Rabu, 17 April 2013

PRINSIP PEMANTULAN SUARA PADA ACDP


PRINSIP PEMANTULAN SUARA PADA ACDP

 Created By Aris Dwi rahmanto
230210110027

   Sejarah adanya akusitk kelautan berawal pada tahun 1490 oleh Leonardo Da Vinci, kemudian pada abad ke 19, Jaques dan Pierre Currie menemukan piezoelectricity. Saat perang dunia 1, kemudian dikembangkan di Inggris pada perang dunia 2, fungsinya tentu untuk keperluan militer. Setelah perang dunia 2 selesai, penerapan dari akustik kelautan sendiri dilakukan untuk tujuan damai dan lebih ke arah ilmiah, antara lain untuk mempelajari proses perambatan suara di dalam air, penelitian sifat sifat akustik dan benda benda yang terdapat pada suatu perairan, komunikasi dan penentuan posisi di dalam kolom air. Kemudian pada dekade 70-an, akustik kelautan berkembang pesat dengan ditemukannya echo integrator yang dapat menghasilkan nilai absolut untuk estimasi dan pendugaan bawah air. (Syahputra, 2011)

   Dalam Ilmu Akustik Kelautan dikenal alat yang disebut ADCP. ADCP yang merupakan singkatan Acoustic Doopler Current Profiler adalah alat yang digunakan untuk mengetahui pergerakan pertikel dalam suatu perairan seperti arus dan gelombang. Prinsip kerja ADCP berdasarkan perkiraan kecepatan baik secara horizontal maupun vertikal menggunakan efek Doppler untuk menghitung kecepatan radial relatif, antara instrumen (alat) dan hamburan di laut. Efek Doppler yang dirasakan oleh seorang pengamat adalah tatkala ia merasakan frekuensi bunyi yang lebih tinggi dari frekuensi sumber bunyi itu sendiri manakala ia dan/atau sumber bunyi bergerak relatif saling mendekati, dan merasakan frekuensi bunyi yang lebih rendah manakala ia dan/atau sumber bunyi bergerak relatif saling menjauhi. Tiga beam akustik yang berbeda arah adalah syarat minimal untuk menghitung tiga komponen kecepatan. Beam ke empat menambah pemborosan energi dan perhitungan yang error. ADCP mentransmisikan ping, dari tiap elemen transducer secara kasar sekali tiap detik. (Cakasana, 2012)

Accoustic Doppler Current Profiler atau yang lebih sering disingkat dengan ADCP ini merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran di dalam kolom air laut seperti pengukuran kecepatan rambat suara di dalam air laut. ADCP yang beroperasi tidak hanya dapat mengukur kecepatan suara di dasar laut tapi juga pada interval yang sama hingga ke permukaan. (Syahputra, 2011)

Gambar 1. ADCP (Accoustic Doppler Current Profiler)
Sumber: http://www.whoi.edu/instruments/viewInstrument.do?id=819
ADCP bekerja dengan mendeteksi keberadaan suara pada frekuensi yang konstan. pantulan suara yang bergerak didalam  air dibawa oleh partikel partikel air dan dipantulkan kembali ke ADCP. karena efek doppler, pantulan gelombang suara yang dibawa oleh partikel air menjauh dari alat menyebabkan penurunan frekuensi elombang suara. perbedaan gelombang suara yang dikeluarkan oleh ADCP dengan gelombang yang diterima disebut dengan “pergeseran doppler” (doppler shift), dimana pergeseran ini digunakan untuk mengukur seberapa cepat gelombang tersebut bergerak melalui partikel air. (Syahputra, 2012)
Efek Doppler dapat dirumuskan sebagai berikut.
Fdoppler = -2Fsource ( V / C )

Dari persamaan ini, V  adalah kecepatan relative diantara sumber dan receiver. Gerakan mengindikasikan  perubahan jarak diantara keduanya., C adalah kecepatan dari suara, Fdoppler perubahan dari frekuensi receiver di receiver (i.e., the Doppler shift), dan Fsource frekuensi dari transmisi suara. (Cakasana, 2012)

Sumber:
Anonim. 2011. Efek Doppler. Diakses tanggal 16 April 2013. http://www.smanepus.sch.id/kumpulan%20materi/KUMPULAN%20MATERI/materi%20fisika/kls%20xi/mp_426/ 

Syahputra, Liza. 2012. Akustik Kelautan. Diakses tanggal 16 April 2013. http://lizanaueparanaue.blog.com /2012/11/11/akustik-kelautan/ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar